Memulai suatu bisnis, tidak harus dengan ide asli kita sendiri. Mengikuti suatu gagasan bisnis orang lain bisa menjadi suatu alternatif yang sangat membantu untuk memulai suatu bisnis. Untuk seorang pemula cara ini bisa sangat membantu. Cara ini akan membantu pemula untuk masuk dan mengenal dunia bisnis secara umum, membantu memperkenalkan suatu bisnis yang ingin digeluti itu, membantu menganalisis pola bisnis tersebut, bisa membantu menekan resiko yang lebih besar, dan lain sebagainya.
Mari belajar dari sejarah meniru yang dilakukan pengusaha-pengusaha Jepang. Bangsa Jepang saat ini termasuk bangsa yang disegani di dunia dalam persaingan bisnis, khususnya pada barang produksi yang berkaitan dengan teknologi. Namun ternyata semua itu tidak semuanya berasal dari gagasan bisnis bangsa Jepang sendiri. Banyak bisnis mereka yang berkembang pesat sekarang ini dirintis dengan meniru gagasan bisnis dari bangsa lain yang lebih maju dari bangsa mereka sebelumnya. Tapi pada akhirnya mereka bisa sukses melampaui bangsa penggagas ide tersebut.
Mengapa semua itu terjadi? Tentu saja jawabannya karena mereka tidak
berhenti pada tahap meniru tersebut. Tetapi mereka inovatif mengembangkan gagasan bisnis yang mereka tiru tersebut. Bahkan mereka bisa memperbaiki dan mengembangkan bisnis tersebut melampaui kecemerlangan penggagas ide tersebut.
Jadi intinya, kita bisa memulai suatu bisnis dengan meniru bisnis yang sudah ada sebelumnya. Lihat saja bisnis-bisnis yang ada di sekitar kita. Amatilah dan coba analisa, mengapa bisnis tersebut bisa sukses? Mengapa barang tersebut laris terjual? Mengapa toko tersebut tidak pernah sepi? Dan analisa juga hal-hal lainnya. Kemudian tidak ada salahnya untuk memulai bisnis dengan mengikuti gagasan bisnis mereka. Tapi tentu saja tidak untuk meniru sepenuhnya. Setelah kita menganalisis bisnis yang lihat sukses, kita bisa melakukan inovasi sendiri. Perhatikan kira-kira dimana letak kelemahan bisnis tersebut, dimana letak kekurangannya menurut kita sendiri, atau bisa dengan meminta pendapat keluarga kita, rekan-rekan, atau orang lain.
Setelah itu kita lakukan sedikit inovasi, baik menambah atau mengurasi sesuatu yang menurut kita diperlukan. Selanjutnya lakukanlah tindakan nyata dengan memulai bisnis tersebut, baik secara langsung maupun bertahap, tergantung dari kesiapan kita. Kemudian langkah selanjutnya adalah mengamati jalannya bisnis baru kita, melakukan evaluasi terus menerus, bila ada perubahan yang diperlukan, pelajari dulu dengan seksama, setelah kira merasa yakin, lakukanlah perubahan tersebut.
No comments:
Post a Comment